Nabi Idris,kerana ketekunannya dalam beribadah dan menuntut ilmu, Allah SWT kurniakan pengetahuan yang luas dan dalam. Dialah manusia pertama yang menulis dengan pena serta satu-satunya Nabi yang tinggal di surga tanpa mengalami kematian.
Allah SWT menurunkan 30 Shahifah kepada Nabi Idris AS yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya (keturunan Qabil yang derhaka kepada Allah). Idris kecil mempelajari Shafiah dengan tekun, kerana kesukaannya membaca itulah, ia mendapat gelar “Idris”, ertinya orang yang tekun belajar. Dia belajar membaca dan menulis tanpa mengenal waktu dan tempat. Dia menjadi Nabi pertama yang menulis dengan Pena yang terbuat dari batu kerikil. Beliaulah yang mula-mula pandai ilmu hitung dan ilmu bintang, dan beliau pula manusia pertama menggunting pakaian yang terbuat dari kulit binatang dan menjahitnya.
Dia mempunyai kekuatan yang hebat dan gagah berani, sehingga diberi julukan “Asadul Usud”, ertinya Singa dari segala Singa. Dia tidak pernah lalai sedikitpun dari mengingati Allah, walaupun sibuk menghadapi persoalan penting setiap hari. Hingga Allah memberikan darjat yang tinggi padanya.
Seperti halnya Nabi Adam, Nabi Idris juga menerima Wahyu Allah melalui Malaikat Jibril yang berupa 30 Shahifah yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada Umatnya. Beliau di utus berdakwah kepada umat keturunan Qabil. Umat ini telah bersikap derhaka kepada Allah. Mereka menimbulkan berbagai bencana dan kerosakan di muka bumi. Oleh Nabi Idris orang-orang ini diajak solat, puasa dan bersedekah.
Tapi, keturunan Qabil ini tak mahu mendengar ajakan menuju kebaikan itu. Malah mereka menghina dan mengejek Nabi Idris. “Hidup kami sudah senang dan serba cukup, kenapa engkau mengganggu kami? Tanya beberapa orang penting dari kaum itu.
“Ajaranmu aneh, kami tak memerlukankannya!” sahut yang lain. “Lebih baik engkau hidup sendiri bersama Tuhanmu.”
Begitulah tentangan dakwah Nabi Idris selama puluhan tahun menyebarkan ajaran kebenaran. Hanya beberapa orang yang ingin mengikutinya. Sebahagian besar dari mereka lebih suka mengikuti hawa nafsunya sendiri.
Kerana keturunan Qabil semakin menentang ajaran Idris, Allah memerintahkan Nabi Idris meninggalkan mereka dan membawa pengikutnya yang setia dan yang beriman kepada Allah untuk menyelamatkan diri. Kerana Allah akan menurunkan azab kepada umat yang derhaka itu.
Begitu Nabi Idris dan pengikutnya meninggalkan negeri itu, datanglah azab yang dijanjikan Allah. Pertanian gagal, ternakan mati, akhirnya umat yang sesat itupun mati bergelimpangan kerana kelaparan.
Sebaliknya, Nabi Idris dan orang-orang beriman yang mengikutinya diselamatkan Allah dari bencana yang mengerikan itu.
About this blog
Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutera sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukanlah
MATEMATIK yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharap materi..
Tetapi
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa...
Baghdadi Training Center
- http://atckedah.blogspot.com
Blog Archive
-
▼
2011
(17)
-
▼
April
(11)
- Hidayah Ilahi
- Madah untukmu...
- Renungan Hati
- Tatkala Tuhan Mencipta Manusia.....
- Bersolat, Doa Boleh Atasi Masalah Tekanan
- Nabi Idris AS Naik Ke Langit (Part 2)
- Nabi Idris AS, Manusia Pertama Yang Menulis dengan...
- Mengapa Harus Bersedih
- Ukhuwah Antara Kita
- Maka Tersenyumlah wahai diri
- Matlamat Hidup Manusia
-
▼
April
(11)





0 comments:
Post a Comment